Yenny Wahid dan Muslimat NU


OBSERVER – Janji tim formatur yang terbentuk pasca terpilihnya kembali Khofifah Indar Parawansa dalam kongres Muslimat NU Minggu lalu untuk membentuk kepengurusan inti terbukti. Diantara wajah baru dalam deretan ketua, terdapat nama Zanubah Arifah Hafsoh yang populer dengan panggilan Yenny Wahid.

Sulung dari tiga bersaudara dari alm Gus Dur itu pada kepengurusan 2011-2016 sudah menjadi Sekretaris V. Kini, pada kepengurusan periode 2016-2021 jabatan Yenny naik menjadi Ketua V. Wajah-wajah baru juga muncul dalam posisi Ketua, Bendaraha dan Sekretaris.

Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dari jadwal yang diberikan maksimal 10 hari untuk membentu kepengurusan, sudah bisa dirampungkan pada hari Senin (27/11) malam. “Alhamdulillah, kami diberi waktu 10 hari terhitung sejak 27 November dini hari, tetapi sudah bisa merampungkan 27 November malam,” katanya tentang kinerja tim formatur yang bekerja ekstra cepat.

Selain Yenny Wahid terdapat juga nama Ulfah Masfufah yang kini menjabat sebagai Sekretaris Umum. Ulfah selain aktif di Muslimat, dikenal sebagai petinggi pada Fatayat NU—sebuah organisasi NU untuk perempuan muda—serta Bendahara Umum (Bendum) Andi Nur Hiyari.

Usai membentuk kepengurusan inti, kata Khofifah, ketua umum bersama dengan 8 ketua dan Sekretaris Umum (Sekum) dan Bendahara Umum (Bendum) akan melengkapi susunan kepengurusan Muslimat secara utuh. “InshaAllah dalam minggu ini sudah terbentuk seluruhnya,” kata politisi yang juga menjabat Menteri Sosial (Mensos) kabinet Jokowi itu.

Sebelum itu, pasca ditetapkan sebagai Ketua Umum secara aklmasi, lulusan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya minta agar kepengurusannya diberi kewenangan membuat sinkornisasi dan telaah hasil sidang-sidang komisi peserta kongres. Mulai dari komisi yang membidangi AD-ART, komisi yang membidangi program maupun rekomendasi.

Dikatakan, telaah yang dimaksudkan tidaklah mengubah hasil keputusan yang sudah diambil peserta kongres. Melainkan melakukan sinkronisasi dari keputusan yang sudah ditetapkan bidang-bidang dalam kongres. “Kita hanya mensinkronisasi dari keputusan bidang-bidang yang ada di AD-ART dan keputusan dari brakdown program yang sudah diputuskan komisi program,” tambah perempuan yang telah terpilih 2 kali sebagai menteri tersebut.

Baca Juga:   Dr. H.M. Syarifuddin, SH., MH., Sosok Ketua MA Yang Berani Memelototi Para Hakim Nakal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *