SMF Dorong Penyaluran Pembiayaan Perumahan

OBSERVER – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) memacu bank pembangunan daerah (BPD) di Kawasan Tengah dan Timur Indonesia untuk menyalurkan pembiayaan perumahan. SMF pada 2020 menyalurkan pembiayaan ataun pinjaman perumahan senilai Rp 6,4 triliun. atau mencapai 105,55% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2020 senilai Rp 6,08 triliun.

Sedangkan total akumulasi penyaluran dana hingga tahun 2020 telah diberikan kepada 1,08 juta debitur di seluruh Indonesia. Ananta Wiyogo, Dirut SMF, mengatakan seluruh dana yang telah dialirkan, SMF telah membiayai kurang lebih 1,08 juta debitur KPR (termasuk KPR Program fasililitas likuiditas pembiayaan perumahaan/FLPP) yang terbagi atas 84,20% wilayah barat, 15,12% wilayah tengah dan sisanya sebesar 0,68% wilayah timur. Ke depannya, SMF berharap partisipasi aktif dari BPD di daerah untuk mengembangkan wilayah bagian tengah dan timur. “Oleh karena itu, kami berharap BPD di daerah mau bangkit dan mau menyalurkan KPR,” ujar Ananta dalam temu media virtual di Jakarta, Senin (6/4/2021).

SMF, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan tahun 2005 di bawah Kementerian Keuangan ini, mengemban tugas khusus (special mission vehicle/SMV), antara lain menyalurkan dan dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan.

Direktur Keuangan SMF, Heliantopo, menambahkan pihaknya senantiasa membuka peluang kemitraan dengan BPD atau Pemerintah Daerah di Kawasan Tengah dan Timur Indonesia untuk memperluas kanal penyaluran pembiayaan perumahan. ”SMF sejak awal beroperasi itu terus berupaya mendukung BPD termasuk wilayang Tengah dan Timur untuk menyalurkan KPR, tetapi ini semua tentu tergantung dari BPD dan pemerintah daerah untuk menjalin kemitraan,” ujar Heliantopo. Untuk kerja sama pembiayaan, SMF telah bekerja sama dengan bank umum, bank syariah, BPD, dan perusahaan pembiayaan.

Baca Juga:   Wika Peroleh Laba Bersih Capai Rp 1,02 Triliun Pada Tahun 2016 Lalu

Kinerja Bisnis SMF

Disisi lain, SMF mencatatkan kinerja yang positif sepanjang tahun 2020, terutama dalam menjalankan misinya mengalirkan dana dari pasar modal ke penyalur KPR di sektor pembiayaan perumahan. Total akumulasi dana yang telah dialirkan SMF ke sektor pembiayaan perumahan dari tahun 2005 mencapai Rp 69,15 triliun. Adapun, total aset SMF hingga akhir tahun 2020 mencapai sebesar Rp 32,57 triliun.

Pencapaian kinerja yang positif tersebut ditopang dari kegiatan sekuritisasi sebesar Rp 631 miliar, penyaluran pinjaman sebesar Rp 6,43 triliun, serta penerbitan surat utang sebesar Rp 7,27 triliun. Adapun laba bersih di tahun 2020 itu mencapai Rp 470 miliar.

Terkait penerbitan surat utang korporasi sebagai sumber pendanaan, SMF selama tahun lalu itu menerbitkan surat utang sebesar Rp 7,27 triliun melalui penerbitan obligasi PUB V Tahap III sebesar Rp 4 triliun, PUB V Tahap IV sebesar Rp 2,11 triliun, sukuk mudharabah PUB I Tahap II sebesar Rp 346 miliar, MTN IX sebesar Rp 700 miliar dan MTNS X sebesar Rp 110 miliar Sampai dengan akhir tahun 2020, posisi (outstanding) surat utang SMF mencapai Rp 18,16 triliun dan pendanaan jangka panjang dari bank sebesar Rp 1,5 triliun.

Untuk transaksi sekuritisasi, sejak tahun 2009, sampai dengan 31 Desember 2020, SMF telah berhasil memfasilitasi 14 kali transaksi sekuritisasi, dengan total nilai akumulatif sebesar Rp 12,78 triliun.

Selain itu SMF juga aktif merealisasikan beberapa program penugasan khusus dari pemerintah di antaranya Program Pembiayaan Homestay di Destinasi Pariwisata Prioritas , dan Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh. SMF telah bersinergi dengan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif dalam merealisasikan Program Pembiayaan Homestay di Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) yang terletak di Desa Kemuning (Karanganyar, Jawa Tengah), Desa Mertak (Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat), dan Desa Sarongan (Banyuwangi, Jawa Timur).

Baca Juga:   Minat Usia Muda Untuk Membeli Properti Kini Terus Meningkat

Sementara itu untuk realisasi Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh SMF telah merealisasikan program di Kelurahan Bira (Makassar, Sulawesi Selatan), Kelurahan Krapyak (Pekalongan, Jawa Tengah), dan Kelurahan Mauk, Tangerang, Banten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *