Dinilai Bermasalah, PPDB 2021, Alumni GMNI: Dimana Keadilan Itu?

PPDB 2021 DKI Jakarta Bermasalah, Alumni GMNI: Dimana Keadilan Itu?

Observer – Banyaknya persoalan yang dihadapi Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB Jakarta 2021.

Ditengah pandemi Covid-19 yang kini sedang tinggi, orang tua sibuk mengurus anaknya agar dapat sekolah melalui pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online, namun dengan banyaknya ketidak idealan proses tersebut Alumni GMNI Jakarta Raya pun menyikapi dan angkat bicara terkait persoalan itu.

“Ketidaksiapan pemerintah provinsi Jakarta dalam PPDB 2021 secara online. Ketidaksiapan ini, terlihat diawal PPDB terjadi eror, orang tua tidak bisa mendaftar melalui online walaupun instansi terkait telah berupaya memperbaikinya, sejatinya hal ini tidak perlu terjadi karena PPDB secara online bukan hanya dilakukan tahun ini,” kata Made Baskara, wakil ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Alumni GMNI Jakarta Raya, Selasa (29/06/2021).

Menurutnya, jalur zonasi yang berbasis RT/RW menimbulkan ketidakadilan untuk warga Jakarta, sebab dikatakan banyak oleh ditimbulkannya prioritas 1, ke-2 dan ke-3 dalam jalur zonasi membuat ada warga kelas 1, 2 dan 3 dalam mengikuti PPDB ini. Sekolah yang sama dengan RT nya bertempat tinggal menjadi warga kelas 1, sekolah yang sama dengan RW nya menjadi Warga Kelas 2, dan warga yang sekolahnya sama dengan kelurahannya menjadi warga Kelas 3 dan ditambah juga dengan jalur prestasi yang tidak semestinya, seperti juara adu ikan Cupang dan permainan Enggrang untuk prestasi non akademik.

Juklak dan juknis pemerintah provinsi bertentangan dengan Permendikbud. Dalam Permendikbud, usia bisa dijadikan patokan terakhir, sedangkan dalam juklak juknis pemerintah provinsi, usia menjadi urutan seleksi ke-2 setelah zonasi, padahal masih ada urutan lain yang lebih baik yaitu pilihan sekolah dan waktu mendaftar. Sejatinya urutan seleksi setelah zonasi adalah urutan sekolah, waktu pendaftaran dan terakhir usia.

Baca Juga:   Narasi Cita Diplomat Indonesia” Bedah Buku Ala Dubes

Oleh karena itu Gubernur Anies Baswedan diminta untuk segera bersama-sama duduk menyelesaikan kendala kelancaran akses pendaftaran prosedur yang ideal di PPDB Jakarta 2021.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta agar secara cepat merespon problem yang dirasakan oleh orang tua dan siswa yang ikut PPDB Jakarta 2021.

Banyaknya masalah terkait pengajuan akun pendaftaran PPDB Jakarta 2021 disebabkan kendala teknis aplikasi.

Masalah lainnya juga adalah terkait singkronisasi data PPDB Jakarta 2021 yang juga bermasalah misalnya skingkronisasi data PPDB dengan Sistem Pendataaan Nilai Rapor (Sidanira) ataupun data kependudukan.

Banyak peserta PPDB mengeluhkan kesulitan untuk mendapatkan verifikasi data. Meskipun laman untuk mengisi data pribadi sudah bisa diisi, tapi siswa calon peserta Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB Jakarta 2021 tidak bisa melanjutkan aktivasi akun, banyak yang decline atau error tampilan layar muncul kalimat “Perhatian Kode Gambar Tidak Valid”

Akibat terganggunya koneksi dalam mendaftar PPDB Jakarta 2021 ini, tagar #RIPPPDB mulai menggema di media sosial seperti Twitter dan Facebook, meskipun trending #PPDB masih lebih tinggi dibandingkan dengan tagar #RIPPPDB.

Sebagai informasi bagi warga DKI Jakarta yang memiliki putra dan putri usia sekolah baik Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA), akibat adanya error tersebut jadwal resmi Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB Jakarta 2021 jadi terganggu.

Karena itu Para calon siswa dan orang tua yang hendak mendaftarkan putra-putrinya pada PPDB Jakarta 2021 banyak yang merasa keseulitan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *