Peringati Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Adakan Festival Pahlawan Desa

[ad_1]

loading…

JAKARTA – Ada yang berbeda dengan cara DPP PDI Perjuangan (PDIP) merayakan Bulan Bung Karno pada tahun ini. Mengingat momen pandemi dan mendukung pemerintah mengeluarkan larangan berkumpul, PDI Perjuangan menyiapkan rangkaian peringatan Bulan Bung Karno melalui virtual.

Peringatan Bulan Bung Karno 2021 PDI Perjuangan mengambil tema “Bhinneka Tunggal Ika, Kerja Gotong Royong Untuk Desa Maju, Indonesia Kuat dan Berdaulat”. Semua kader Partai dari yg duduk sbg kepala daerah – struktural Partai Pusat sampai pengurus ranting / desa – anggot DPRD Kabupaten/kota diimbau untuk turut menyemarakan Bulan Bung Karno ini. Baca juga: Bulan Bung Karno, Hasto: Bu Mega Akan Pidato Buka Pameran Lukisan di Yogyakarta

“Peringatan Bulan Bung Karno wajib dilaksanakan oleh struktural partai, eksekutif partai, dan legislatif partai dengan membuka partisipasi seluas-luasnya kader partai, anggota partai, simpatisan, dan masyarakat luas,” ujar Ketua Panitia Peringatan Bulan Bung Karno 2021 Abidin Fikri, Sabtu (5/6/2021). Baca juga: Dimunculkan Lebih Awal, Jagoan Parpol di Pilpres 2024 Mudah Diserang

Selain itu, Abidin menjelaskan desa merupakan salah satu benteng pertahanan Negara. Kebijakan dan program pembangunan haruslah menitik-beratkan pada pemberdayaan desa. Membangun indonesia dari desa. Turut hadir dalam acara tersebut, Aria Bima selaku ketua Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDI Perjuangan, Ketua Umum Inovator 4.0 Budiman Sudjatmiko dan sineas muda Indonesia Ryan Sebastian sebagai narasumber utama dalam Lauching Festival Pahlawan Desa

Ketua Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDI Perjuangan Aria Bima mengatakan Festival Pahlawan Desa merupakan sebuah kegiatan untuk mengapresiasi dan mengangkat kisah-kisah para pahlawan dari desa, agar tidak begitu saja terlewatkan, terpinggirkan, untuk kemudian bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda saat maupun yang akan datang.

Baca Juga:   KPK Ungkap Peran Azis Syamsuddin di Kasus Suap Wali Kota Tanjungbalai

“Festival ini diharapkan mampu menyambungkan pengalaman-pengalaman para tokoh desa masa lalu, pahlawan-pahlawan desa masa lalu, untuk kemudian menjadi motivasi bagi munculnya sosok-sosok tokoh desa, pahlawan-pahlawan desa saat ini maupun di masa depan untuk merespons perubahan zaman, perubahan situasi, dan perubahan masalah dan tantangan di desa,” jelasnya.

Selain itu, Bima mengatakan Festival Pahlawan Desa ini dihelat sebagai salah satu cara untuk mentradisikan satu peristiwa tentang bagaimana mengingat kembali, melihat lebih cermat kondisi sekitar, melihat lebih jernih orang-orang yang semestinya mendapatkan perhatian karena karya nyatanya di desa. “Membumikan kepahlawanan di desa-desa, di wilayah atau komunitas terkecil, akan menjadi inspirasi besar bagi generasi muda milenial dan dengan cara itulah kita akan membangun bangsa yang berkepribadian dalam kebudayaan,” lanjut Bima.

Senada, Ketua Umum Inovator 4.0 Budiman Sudjatmiko, bahwa berangkat dari potensi desa yang belum tergali ataupun mungkin yang sudah tergali oleh sosok-sosok pahlawan desa namun saat ini belum mendapat perhatian dan apresiasi, maka negara atau partai harus mengapresiasinya.

“Pahlawan desa yang melalukan perawatan akan keberagaman hayati adalah pahlawan desa yang revousioner dalam menghadapi era 4.0 yang jika tidak dilindungi negara, tidak di apresiasi oleh negara, tidak di apresiasi partai dalam hal ini PDI Perjuangan, maka kita semua berdosa,” jelas Budiman.

Sudut pandang lain diungkapkan oleh Ryan Sebastian, bahwa meski sudah bukan di zaman kolonial, tetap ada banyak cara untuk menjadi pahlawan. Salah satunya dengan ikut berjuang menggali potensi daerah dan bahkan mengapresiasi sepak terjang para tokoh desa, serta diabadikan dalam sebuah video dokumenter sebagai inspirasi dan kebaikan bagi masyarakat luas.

“Karena kita tahu banyak orang, banyak peristiwa, banyak kejadian yang mereka alamai, tapi bagaimana pembuatan film dokumenter atau jenis film apapun harusnya mampu merekam kejadian-kejadian yang ada di masa lalu, masa kini maupun yang akan datang dengan sangat-sangat jujur dengan keadaan yang sebenarnya,” Jelas Ryan.

Baca Juga:   Mempunyai Sejumlah Prestasi, Doni Monardo Pantas Jadi Dubes RI untuk Spanyol

Selain itu, sineas muda indonesia itu menjelaskan bahwa film bisa menjadi salah satu alat transportasi, bagaimana film bisa merekam kejadian serta fenomena yang ada tanpa dibatasi oleh situasi-situasi tertentu. Dalam merespons event yang di helat oleh BKNP PDI Perjuangan tentang lomba pembuatan video pahlawan dewa, meskipun orang desa tidak banyak mendapatkan pendidikan tentang pembuatan video, Ryan sangat yakin akan keberhasilan orang desa dalam mengikuti event ini melihat perkembangan teknologi yang semakin cepat.

“Dengan adanya teknologi sekarang ya, perkembangan yang ada, seharusnya optimis dengan apa yang mereka pikirkan dengan imajinasi-imajinasinya. Memang mungkin secara teknis bisa terbatas, tapi secara imajinasi, secara cerita mereka terus menggali itu bisa kita ketahui ada potensi,” pungkas Ryan.

Dalam penutupan acara launching Festival Pahlawan Desa, panitia memutar video seputar syarat dan ketentuan bagi para peserta yang akan mengikuti lomba pembuatan video Pahlawan Desa.

(cip)

[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *