Under Chinese law, foreign cloud companies operating in the country are required to license their technology to local partners. SHUTTERSTOCK

Pemerintah Siapkan SDM ASN Pengelola Komputasi Awan


OBSERVER – Dalam era revolusi industri 4.0, penyelenggaraan konsep e-government semakin gencar diterapkan dalam sistem pemerintahan. Untuk itu, diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa beradaptasi dengan cepat agar pengelolaan konsep e-government berjalan baik.

“Instansi tempat kita bekerja mungkin menyimpan banyak data-data atau informasi yang sifatnya sensitif sehingga pengelola Cloud kami harapkan berasal dari kalangan ASN sendiri bukan pihak ketiga, sehingga resiko kebocoran informasi dapat diminimalisir,” ujar Kepala Pusat Pengembangan dan Sertifikasi Hedi M. Idris dalam laporannya saat acara pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sertifikasi Bidang Cloud Computing bagi ASN, Serpong, Banten.

Dalam arahannya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Basuki Yusuf Iskandar mengatakan bahwa pengelolaan data yang beragam ini harus dilakukan sendiri, bukan melalui pihak ketiga.

“Menjadi ironis, kalau nanti Cloud Computing milik Negara sudah ada tapi yang mengelola pihak ketiga. Karena itu dengan Bimtek ini bisa menjadi bekal Anda sekalian bisa mengelola Cloud Computing di instansinya masing masing,” ujar Basuki.

Selain itu, alasan dari penggunaan teknologi komputasi awan ini juga bisa menghemat biaya infrastruktur teknologi yang mungkin selama ini masih menjadi beban anggaran setiap instansi pemerintahan yang cukup tinggi.

“Cloud Computing ini merupakan salah satu bisnis yang paling laku diadopsi di era Revolusi Industri 4.0 ini, dan bagi Indonesia yang kondisi geografisnya banyak memakan biaya infrastruktur fisik, dengan teknologi ini biaya infrastruktur fisiknya bisa ditekan,” jelas Basuki.

Bimtek dan Sertifikasi Bidang Cloud Computing Bagi ASN diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Sertifikasi Balitbang SDM Kominfo selama 4 hari (26 s.d 29 November 2019) dan diikuti sebanyak 70 (tujuh puluh) orang peserta dari instansi Kementerian, Lembaga Pemerintahan Pusat, Kantor Dinas dan Lembaga Pemerintahan Daerah.

Baca Juga:   IAS Media Quality Report Semester I-2020

Selama 3 hari pelatihan, peserta akan dibimbing oleh tim instruktur dari Universitas Gunadarma. Setelah itu selama 1 hari, seluruh peserta akan mengikuti uji sertifikasi SKKNI yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Informatika.

Dalam pembukaan kegiatan ini, turut hadir Dewan Pembina Asosiasi Cloud Computing Indonesia Prof. Eko K. Budiardjo yang juga menyampaikan paparan mengenai peluang dan tantangan pengembangan SDM bidang Cloud Computing.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *