Sejumlah petugas memadamkan sisa api kebakaran di perkampungan padat penduduk di Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Jakarta, Rabu (12/8/2020). Kebakaran tersebut mengakibatkan sebanyak 974 warga di empat rukun tetangga (RT) kehilangan tempat tinggal dan satu pasar tradisional terbakar. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.

Pemda DKI Ingatkan Warganya Soal Kebakaran Lewat Medsos

OBSERVER  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengingatkan warganya terkait kasus kebakaran di musim penghujan yang terjadi beberapa hari belakangan ini. Hal demikian disampaikan lewat akun instagranya @dkijakarta.

Pasalnya, curah hujan dan atap yang bocor dapat menyebabkan konsleting listrik yang berpotensi terjadi kebakaran. Karena itu, mereka mengingatkan masyarakat dan pemilik bangunan di Jakarta untuk waspada.

“Saatnya perhatikan pengamanan kelistrikan di rumahmu! Curah hujan yang tinggi memicu terjadinya genangan. Genangan air yang masuk rumah bahkan tetesan air hujan dari atap rumahmu yang terkena stop kontak atau barang elektronik, bisa saja teraliri listrik dan ini sangat membahayakan,” katanya dalam gambar yang dikutip dari akun @dkijakarta, Kamis (8/4/2021).

Karena itu melalui postingannya, DKI mengingatkan tujuh langkah pencegahan kebakaran yang disebabkan konsleting listrik, di antaranya mematikan lampu atau peralatan listrik saat selesai digunakan, dan tidak dalam posisi stand by.

Selain itu tidak juga menumpuk saklar dan mengganti sekring pemutus arus induk tanpa izin serta melakukan perawatan berkala terhadap instalasi listrik secara berkala setiap lima tahun.

Sementara untuk penyebab konsleting listrik. Diungkapkan saluran listrik ilegal serta peralatan SNI listrik menjadi masalah munculnya konsleting listrik.

Sedangkan bila kebakaran yang disebabkan listrik terjadi. DKI juga mengingatkan warganya untuk tidak panik. Cara mematikan listrik dan menghubungi PLN dan evakuasi diri menjadi langkah terbaik menghindari koban jiwa dalam kebakaran.

close