The leader of the Indonesia Democratic Party of Struggle (PDIP) Megawati Sukarnoputri looks at a booth displaying memorabilia on the sidelines of the 4th PDIP congress at the Inna Grand Bali Beach hotel on the resort island of Bali April 10, 2015 in this photo taken by Antara Foto. REUTERS/Antara Foto/Andika Wahyu ???ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. IT IS DISTRIBUTED, EXACTLY AS RECEIVED BY REUTERS, AS A SERVICE TO CLIENTS. MANDATORY CREDIT. INDONESIA OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN INDONESIA.? - RTR4WS5T

Megawati: Para Pengusung Khilafah Keluar Dari Indonesia

OBSERVER – Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP) Megawati Sukarnoputri menantang pihak-pihak yang menganut paham radikal serta memiliki niatan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Khilafah. Menurutnya, hal itu tidak sejalan dengan Pancasila yang dianggapnya sebagai ideologi paling sempurna bagi bangsa Indonesia.

“Tidak ada yang berani datang ke DPR Saya sudah menbuka diri. Tidak usah main di jalanan. Merusak kepentingan umum dan sebagainya. Datang ke DPR, bicara apa yang kamu maksud dengan konsep itu (negara khilafah), lalu apa bedanya dengan Pancasila yang sudah sudah sangat-sangat dihargai, bukan hanya di Indonesia saja bahkan negara-negara di luar Indonesia,” kata Megawati di depan ratusan ASN Kemensos di Gedung Konvensi TMPN Utama Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (09/12/19).

Dirinya mengungkapkan, Pancasila merupakan ideologi mantap untuk menjaga kedamaian dengan penuh kasih sayang dan toleransi di Indonesia yang memiliki keberagaman.

“Kalian gak mau berpikir? Untuk apa hidup di Indonesia. Jangan merusak indonesia. Pergilah kalian,” imbuhnya.

Dirinya menyebut, saat ini bangsa Indonesia bukan tengah berperang dengan bangsa lain. Melainkan, bangsa Indonesia tengah berupaya melawan pihak-pihak yang memiliki kepentingan untuk menghapuskan Pancasila sebagai ideologi negara.

“Tahun berapa khilafah hilang? Baca sejarah, Turki saat ini sudah menjadi republik. Tahun 1920-an. Kok sekarnag mau lagi?” ungkapnya.

Dirinya juga menegaskan di depan Menteri Sosial Juliari P Batubara untuk membentuk ASN Kemensos dengan ideologi Pancasila yang kuat. Dengan demikian, masyarakat Indonesia akan mengikuti, dan berkeyakinan bahwa Pancasila merupakan ideologi paling kuat yang dimiliki Indonesia.

“Untuk apa menjadikan Indonesia sebagai negara khalifah? Mari tanya ke Saudi Arabia, bahwa mengapa Saudi Arabia begitu hormat kepada Indonesia? Karena raja pertamanya waktu itu adalah sahabat ayah saya. Dan dia sangat menghormati ideologi Pancasila yang kita miliki,” ucapnya.

Baca Juga:   Syarifuddin, Resmi Terpilih Menjadi Ketua MA RI Periode 2020-2025

“Pak Menteri kalau ada pegawai dari Kementerian Sosial yang tidak sejalan dengan Pancasila atau terbukti radikal, pecat saja langsung,” imbuhnya.