Lintasan Sejarah 29 Oktober 2020

Hari ini, Kamis 29 Oktober 2020 bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 8 Aban 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Kelahiran Rasulullah Saw Menurut Ahli Sunnah

1389 tahun yang lalu, tanggal 12 Rabiul Awal 53 tahun sebelum Hijrah, berdasarkan catatan sebagian sejarawan, di antaranya Mas’udi, Rasulullah Saw terlahir ke dunia.

Pekan Persatuan dimulai dengan kelahiran Nabi 12 Rabiul Awal 

Namun, sebagian sejarawan lainnya menyatakan bahwa tanggal kelahiran Nabi Muhammad Saw adalah 17 Rabiul Awal. Atas dasar inilah, Republik Islam Iran menetapkan hari-hari antara tanggal 12 hingga 17 Rabiul Awal sebagai Pekan Persatuan Kaum Muslimin.

Setiap tahun, dalam peringatan Pekan Persatuan Kaum Muslimin ini Iran mengadakan konferensi yang mengundang para ulama muslim dari berbagai negara Islam  dan dari berbagai mazhab. Masalah utama yang dibahas dalam Konferensi Persatuan Muslimin ini adalah mencari jalan untuk mempersatukan kaum muslimin dalam melawan musuh-musuh dunia Islam.

Zionis Melakukan Pembunuhan Massal di Kfar Ghasem

64 tahun yang lalu, tanggal 29 Oktober 1956, militer Zionis Israel melakukan pembunuhan massal terhadap penduduk desa Kfar Ghasem, Palestina.

Militer rezim Zionis

Pada hari itu, bersamaan dengan serangan Israel ke Mesir, sebagian tentara rezim penjajah ini mengumumkan pemerintahan militer di desa Kfar Ghasem, tanpa pemberitahuan sebelumnya. Minimalnya 49 warga, laki-laki, perempuan, dan anak-anak dibunuh dan puluhan lainnya luka-luka.

Beberapa bulan kemudian, rakyat Palestina melakukan demonstrasi atas pembunuhan massal ini. Akibatnya, rezim ini terpaksa mengadili beberapa pelaku pembunuhan tersebut di depan umum. Namun, pada tahun 1960, para pelaku pembunuhan tersebut diampuni.

Mohammad Hossein Fahmideh Gugur Syahid

40 tahun yang lalu, tanggal 8 Aban 1359 HS, Mohammad Hossein Fahmideh, seorang remaja Iran berusia 12 tahun melakukan aksi heroik hingga mencapai derajat tinggi kesyahidan.

Baca Juga:   600 Demonstran Pemilu Ditangkap di Minnesota AS
Mohammad Hossein Fahmideh

Fahmideh yang dilahirkan di kota Qom, dalam usianya yang masih sangat muda pergi ke medan perang di kota Khorramshahr untuk menghadapi serangan tentara agresor Irak yang menjarah kota itu. Dengan penuh keberanian, Fahmideh melakukan aksi bom mati syahid dengan cara melilitkan sejumlah granat di tubuhnya dan menabrakkan tubuhnya ke sebuah tank tentara Irak. Akibatnya, ia bersama tank tersebut meledak dan hancur lebur. Dalam sebuah pesan yang disampaikan menanggapi gugurnya Hossein Fahmideh, pemimpin Revolusi Islam Iran Imam Khomeini mengatakan,

“Sesungguhnya pemimpin kita semua adalah remaja berusia 12 tahun itu. Hatinya yang masih kecil jauh lebih besar dari ratusan lidah dan pena. Ia melilitkan granat di tubuh untuk kemudian menabrakkan diri ke tank musuh hingga hancur lebur. Dengan aksinya itu, ia telah meminum mata air syahadah”.

Di Iran setiap tanggal 8 Aban diperingati sebagai Hari Remaja dan Siswa Basij. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Ayatollah al-Udzma Sayid Ali Khamenei saat menamakan hari ini sebagai Hari Remaja dan Siswa Basij mengatakan, “Memperingati peristiwa syahadah siswa Basij, syahid Hossein Fahmideh merupakan esensi Pertahanan Suci (Defa Moghaddas).

close