Komandan Al-Qassam Mohammed Deif yang Misterius dalam Pengawasan Israel

loading…

TEL AVIV – Seorang jenderal Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan komandan Brigade Izuddin Al-Qassam yang misterius, Mohammed Deif, sudah berada dalam pengawasan pasukan IDF.

Mayor Jenderal Eliezer Toledano, kepala Komando Selatan IDF, mengungkapkan hal itu pada hari Senin. Jenderal itu memiliki peran penting dalam mengelola pertempuran melawan kelompok Hamas dan Jihad Islam Palestina di Jalur Gaza, Palestina.

Baca juga: Sibuk Perang dengan Hamas, Israel Diserang 6 Roket dari Lebanon

Brigade Izzuddin Al-Qassam adalah sayap militer Hamas. Menurut Toledano, selain Deif, petinggi Hamas; Yahya Sinwar, juga berada dalam pengawasan. Menurutnya, keduanya dapat menjadi sasaran serangan Israel.

“Mohammed Deif dan Yahya Sinwar, telah, dan tetap, dalam pengawasan Israel,” kata Toledano dalam sebuah wawancara dengan Channel 12.

Di tengah meningkatnya pembicaraan tentang kemungkinan gencatan senjata, Toledano mengatakan kepada Channel 12, bahwa semakin banyak waktu militer harus melaksanakan tujuan militernya terhadap target di Jalur Gaza, maka akan semakin baik.

Dia memuji persiapan IDF untuk pertempuran di Gaza, menyoroti pemboman besar-besaran Angkatan Udara Israel terhadap jaringan terowongan Gaza internal Hamas, yang dikenal sebagai “metro” pada Kamis malam hingga Jumat dini hari lalu, yang dilaporkan menghancurkan bermil-mil terowongan dan membunuh apa yang diyakini IDF sebagai lusinan anggota Hamas.

Belum ada informasi pasti yang dirilis tentang dampak pemboman dan jumlah korban tewas.

“Putaran pertempuran ini berbeda karena kami memiliki intelijen yang sangat baik ditambah dengan metode serangan yang sangat efektif dari udara dan darat dan kami menyerang Hamas di dalam terowongan,” kata Toledano.

“Pemetaan yang kami lakukan dalam beberapa tahun terakhir terhadap infrastruktur bawah tanah di Gaza adalah yang memungkinkan kami untuk secara efektif menyerang metro,” ujarnya.

Baca Juga:   Biden Hapus Kebijakan Anti Migran, Trump Mencak-mencak

Dia juga merinci beberapa operasi IDF lainnya yang melanjutkan rentetan serangan terhadap terowongan bawah tanah di Gaza.

“Pada hari-hari pertama pertempuran kami menghancurkan pasukan mereka yang mencoba menyusup ke Israel; kami membunuh mereka di dalam terowongan. Setelah itu, kami membunuh banyak pemimpin senior Hamas dan kami akan terus mengejar mereka di sarang bawah tanah mereka sampai pertempuran berakhir. Ide yang kami coba buat untuk musuh adalah bahwa terowongan adalah jebakan maut,” papar jenderal IDF tersebut.

Dia juga bereaksi terhadap kritik yang dilontarkan terhadap IDF atas jatuhnya banyak korban sipil di Gaza. Menurut otoritas kesehatan Gaza, 42 warga sipil tewas pada Minggu pagi, dan serangan Israel juga merobohkan gedung bertingkat yang menampung beberapa kantor berita internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *