Kenali Penyebab Ban Mobil Cepat Aus dan Tips Merawat Ban

[ad_1]

JAKARTA – Telapak ban mobil bisa mengalami keausan tidak merata padahal belum memasuki masa ganti. Seperti telapak ban habis hanya pada satu sisi tertentu, sementara sisi lain dalam kondisi baik.

Keausan yang tidak merata pada telapak ban bisa membuatnya kehilangan daya cengkeram dan berakibat fatal jika mengalami masalah seperti aquaplaning.

Sebenarnya merawat ban mobil supaya lebih awet tidaklah sulit, tapi sayang banyak yang alpa karena sibuk atau tidak sempat. Selagi beraktivitas di rumah di masa PPKM Darurat, ada baiknya mempelajari sebab telapak ban cepat aus dan kiat mengatasinya.

Tekanan Udara Ban Kurang

Perlu diketahui, ban tidak hanya berperan sebagai alas penggerak kendaraan, tapi juga tumpuan dari bobot mobil. Akibat tekanan udara yang tidak terjaga membuat dinding ban bekerja lebih berat dan mengalami defleksi berlebihan. Telapak ban turut mendapatkan tekanan berlebihan sehingga membuatnya cepat aus. Sebaiknya lakukan pengecekan berkala tekanan udara ban minimal satu minggu sekali.

Baca juga :  Honda Skill Contest 2019, Libatkan Semua Lini PelayananMembawa Muatan Berlebihan

Kondisi yang dialami oleh ban sama dengan ketika tekanannya kurang dari rekomendasi pabrikan. Kelebihan beban yang diterima akan diteruskan menuju telapak ban dan membuatnya menerima tekanan terlalu tinggi melebihi batas yang diperbolehkan. Perhatikan muatan mobil sesuai dengan yang disarankan pada buku manual perawatan kendaraan.

Lupa Melakukan Spooring

Spooring berguna untuk menyetel ulang kaki-kaki setelah sekian lama digunakan lantaran pemakaian mobil dalam jangka waktu panjang bisa membuat penyimpangan pada roda akibat pergerakan pada komponen kaki-kaki. Efeknya akan berpengaruh pada kerja roda yang tidak seimbang dan habisnya telapak ban secara tidak merata.

Baca juga :  Bridgestone Alenza, Original Equipment Toyota All New Rush dan Daihatsu All New TeriosKaki-kaki Mobil Rusak

Baca Juga:   Brutal Tapi Futuristik, Kupas Tuntas Spek Italjet Dragster yang Dibanderol Rp145 Juta

Kerusakan pada komponen kaki-kaki mobil seperti shock absorber yang bocor dapat berimbas pada kinerja ban yang tidak lagi optimal. Akibatnya, ada sisi ban yang mendapatkan beban berlebih sehingga membuat telapak ban lebih cepat aus. Pengecekan kaki-kaki mobil dan spooring ban mobil waktu servis berkala dapat mengetahui potensi kerusakan dan mencegahnya.

Tidak Melakukan Rotasi Ban

Rotasi ban dilakukan untuk menjaga keseimbangan tingkat keausan semua ban mobil supaya telapak ban menipis secara merata dan bertahap. Sebaiknya Anda melakukan rotasi ban setiap 10.000 km atau 6 bulan sekali.

Gaya Berkendara

Baca juga :  90 Persen Diler DFSK Kembali Beroperasi di Masa New NormalGaya mengemudi agresif, seperti sering menekan pedal gas hingga habis atau mengerem mendadak, dapat membuat telapak ban mobil cepat termakan akibat gesekan dengan permukaan jalan. Termasuk menikung atau pindah lajur tiba-tiba sehingga membuat ban harus bekerja keras menjaga keseimbangan mobil. Imbasnya, telapak ban akan lebih cepat kalah sehingga aus dan berujung rusak sebelum waktunya. Oleh karenanya, jaga perilaku berkendara di jalan untuk mencegah ban mobil cepat aus. [po/rst]
Like this:Like Loading…

[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *