Connect with us

Hi, what are you looking for?

Teknologi

Kejahatan Pencurian Data Pribadi Marak Terjadi, Ini Kiat Menghindarinya

Kejahatan Pencurian Data Pribadi Marak Terjadi, Ini Kiat Menghindarinya

Observer – Di zaman serba online seperti sekarang ini, semuanya serba mudah dan cepat. Bahkan jika ingin membeli barang yang ada di luar negeri pun cukup belanja via online, atau jika anda ingin meminjam uang via online. Praktis tinggal buka aplikasi, dan juga berbelanja di e-commerce, daftar lalu isi data diri lengkap seperti nama, alamat email, nomor ponsel, dan selesai. Dalam hitungan menit, anda sudah bisa langsung belanja barang yang diinginkan.

Soal pembayaran, tak perlu pusing karena ada banyak opsi pilihannya, mulai dari menggunakan kartu kredit, kartu debit, transfer bank via internet atau mobile banking, hingga melalui dompet digital (e-wallet) perusahaan pembayaran yang bekerjasama dengan e-commerce tersebut.

Hanya saja, dibalik semua kemudahan bertansaksi dan belanja online saat ini, ada juga hal yang perlu diwaspadai yaitu pencurian data pribadi. Sebetulnya, mendengar hal ini saja membuat kita khawatir. Tapi anda tak perlu khawatir sebab ada cara praktis yang bisa dilakukan agar anda tidak menjadi korban para penjahat siber (hacker).

Sebisa mungkin anda harus bisa menjaga kerahasiaan data-data pribadi dengan baik ketika beraktivitas online. Bisa dibilang hal ini tidak mudah dilakukan bagi pengguna internet aktif dimana ada banyak aktivitas yang dilakukan. Misalnya, berselancar informasi, akses sosial media, menonton streaming video dengan berderet link tautan iklan yang berjejal, hingga mengunduh gambar maupun video menggunakan sumber ilegal.

Alhasil, tanpa disadari ada banyak ancaman virus atau malware yang bisa menyerang seketika dan mencuri data-data pribadi yang tersimpan di ponsel pintar, tablet, laptop atau PC anda. Lalu bagaimana solusinya dan apa saja yang termasuk dalam data pribadi yang wajib dijaga.

Baca Juga:   Menkominfo: Ekonomi Digital Indonesia Perlu Kita Kembangkan

Maraknya Pinjaman Online Yang Menipu

Pencurian data pribadi untuk pengajuan penjamin online kini sedang marak terjadi. Biasanya korban tidak menyadari jika dirinya menjadi korban pencurian data secara digital. Tiba-tiba korban mendapatkan tagihan pinjaman yang tidak pernah diajukan begitu saja. Hal tersebut tentunya akan sangat merugikan.

Untuk itu, menjaga data pribadi agar terhindar dari pencurian data, penting untuk anda lakukan. Agar anda tidak menjadi korban dan terhindar dari pencurian data penting. Berikut ini adalah cara aman untuk melindungi data pribadi anda agar tidak dicuri dan disalahgunakan untuk pengajuan pinjaman online.

Advertisement. Scroll to continue reading.

1. Tidak mengunggah data pribadi ke media sosial

Pastikan jangan pernah mengunggah foto KPT, termasuk KK, SIM, NPWP, atau indentitas lainnya di media sosial manapun. Menggunggah data pribadi ke media sosial akan mengundang tindakan kejahatan siber. Data pribadi anda akan disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Maka dari itu, anda harus berhati-hati dan jangan sembarang mengunggah data pribadi. Selain itu, hindari juga membagikan informasi pribadi di kolom komentar pada berbagai platform media sosial, website, maupun aplikasi yang tidak anda kenali.

2. Tidak sembarangan menggunakan VPN dan waspadai Wifi umum

Menggunakan VPN tentu memberikan keuntungan bagi penggunanya. Sebab, anda dapat mengakses berbagai situs yang tidak memiliki akses resmi dari jaringan internet yang berada di suatu negara. Selain itu, banyak VPN yang tersedia secara gratis. Namun, menggunakan VPN gratis tentunya akan sangat berisiko.

VPN gratis seringkali mengandung malware maupun spyware yang bisa merekam aktivitas digital saat sedang diaktifkan. Oleh karena itu, jangan sembarang menggunakan VPN gratis. Jika ingin menggunakan VPN, pastikan gunakan VPN yang terpercaya dan aman.

Baca Juga:   Digitalisasi, Huawei dan ASEAN Foundation Jaring Talent Muda

Selain berhati-hati saat menggunakan VPN gratis, anda juga perlu berhati-hati saat menggunakan koneksi WiFi umum. Terutama saat melakukan transaksi elektronik karena rawan terjadi kejahatan siber.

3. Pastikan ponsel terlindungi dari serangan Malware

Secara umum, Malware bisa masuk ke ponsel karena adanya aktivitas yang berhubungan dengan penggunaan data internet. Jika ponsel kamu terinfeksi Malware, akan sangat berbahaya karena dapat mencuri berbagai data yang tersimpan pada sistem ponsel. Bahkan Malware bisa rusak sistem ponsel secara perlahan. Biasanya penggunanya tidak menyadari jika sistem ponsel telah terinfeksi oleh malware.

Pencurian data yang dilakukan oleh Malware bisa berupa, pencurian password, email, akses ke akun media sosial, hingga kontak yang tersimpan di dalam ponsel anda. Untuk itu, periksa dan pastikan ponsel kamu tidak terinfeksi Malware. Untuk menghindari hal tersebut, anda bisa meng-update sistem ponsel mapan aplikasi. Dengan melakukan update, maka sistem tersebut akan menjadi lebih kuat terhadap serangan malware.

Advertisement. Scroll to continue reading.

4. Tidak sembarangan menginstal aplikasi

Mengingat kejahatan siber semakin canggih, maka saat hendak menginstal aplikasi tertentu anda perlu berhati-hati. Pastikan aplikasi yang anda instal berasal dari situs resmi dan terpercaya. Misalnya Google Play Store atau iOS Apple. Jika anda tidak berhati-hati dan sembarang menginstal, maka akan berisiko terjadinya pencurian data pribadi. Tentunya anda tidak ingin hal ini terjadi.

5. Jangan sembarangan klik tautan atau lampiran iklan pop-up

Saat sedang browsing ataupun pendapat pesan yang didalamnya terdapat sebuah link, anda perlu berhati-hati. Jangan sembarangan klik tautan yang ada. Hal tersebut berisiko terhadap kejahatan siber. Bahkan banyak modus kejahatan siber dengan membuat tautan yang mirip dengan website resmi.

Baca Juga:   Bukhori Yusuf mengucapkan terima kasih kepada BPKH RI dan NU Care LAZISNU

6. Usahakan tidak login akun digital di komputer atau ponsel orang lain

Usahakan sebisa mungkin anda tidak melakukan login akun digital di komputer atau ponsel orang lain. Sebab, anda tidak tahu apakah komputer atau ponsel tersebut aman dari Malware atau tidak. Lebih baik, untuk berjaga-jaga anda tidak login menggunakan komputer atau ponsel milik orang lain.

Photo Credit: Teknologi digital semakin memudahkan hidup kita. Namun, penggunaan internet, e-commerce, berbagai aplikasi, dan platform digital lainnya sering “meminta” data pribadi pengguna. Jika tidak berhati-hati, seseorang yang berniat tidak baik mencuri data digital. SHUTTERSTOCK

 

Advertisement. Scroll to continue reading.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya Dari Observer

Politik

Observer – Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai alasan mendasar Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengusulkan Calon Panglima Baru, Jendral Andika...

Teknologi

OBSERVR – Tepat pada 4 September 1999 di Dili dan di PBB hasil jajak pendapat masyarakat Timor Timur tentang pilihan untuk menerima otonomi khusus...

Entertainment

[ad_1] Baru-baru ini, seorang rookie model asal Korea Selatan telah menarik perhatian netizen karena kecantikan alaminya yang tampak memadukan kecantikan wajah aktris Han So...

Entertainment

[ad_1] Hi, pembaca setia Observer! Tidak terasa hari ini sudah hari Rabu dan saatnya Observer kembali dengan materi baru tentang pembelajaran Bahasa Korea. Jika...

Entertainment

[ad_1] Setiap idola pasti memiliki pesona dan karakteristik unik, di mana para penggemar sering menjuluki bias mereka dengan panggilan yang mewakili ciri khasnya masing-masing....

Teknologi

OBSERVER – Pernahkah Anda mendengar Master Online Community? Sesuai dengan namanya, Anda pasti sudah bisa menebak kalau Master Online Community tidak jauh-jauh dari yang...

Edukasional

Observer – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) didukung oleh Aliansi Pendukung #batalkanStatutaUI (Peraturan Pemerintah No. 75/2021 tentang Statuta UI) terdiri dari Guru...

Edukasional

Observer – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) membantah menerbitkan aturan yang melegalkan perzinaan atau seks bebas di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia....

Advertisement
close