Iran Aktualita 24 Oktober 2020

Perkembangan di Iran selama satu pekan terakhir diwarnai sejumlah isu di antaranya seputar manuver gabungan udara Velayat-99.

Selain itu masih ada isu lainnya seperti Ayatullah Khamenei apresiasi kerja keras polisi jaga keamanan, sikap Presiden Rouhani atas pencabutan sanksi senjata, statemen jubir kemenlu Iran mengenai kesadaran menlu AS atas kegagalan sanksi, statemen menhan Iran terkait kesiapan Tehran tandatangani kesepakatan militer dengan negara Teluk Persia dan berbagai isu lainnya.

Iran Gelar Latihan Gabungan Pertahanan Udara

Angkatan Bersenjata Iran pada Rabu (21/10/2020) pagi, memulai latihan gabungan Pertahanan Udara Modafean-e Aseman-e Velayat 99 dengan sandi “Ya Rasulullah.”

Juru bicara latihan gabungan ini, Brigjen Abbas Farajpour mengatakan tujuan utama manuver ini adalah koordinasi dan pengendalian operasi pertahanan udara Angkatan Bersenjata Iran untuk memperkuat pertahanan udara yang terpadu dan efektif dari setiap ancaman.

Image Caption

“Dalam manuver ini, para perwira Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan militer Iran bekerja sama di pusat-pusat komando operasi gabungan regional dan arena pertempuran untuk melawan ancaman udara,” tambahnya.

“Kegiatan ini berada di bawah kendali pangkalan pertahanan udara dan diawasi langsung oleh para pakar di Markas Pusat Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya,” kata Brigjen Farajpour.

Dia menjelaskan bahwa pesawat pengintai berawak dan tanpa awak milik IRGC dan militer Iran juga akan melakukan misi pengintaian di atas lokasi tempat latihan.

“Semua sistem radar, alat pengintaian, dan peralatan tempur yang dipakai oleh IRGC dan militer sepenuhnya buatan dalam negeri dan diproduksi oleh para pakar muda Iran di industri pertahanan negara,” pungkasnya.

Rudal Sevom Khordad, dan 15 Khordad Hancurkan Target

Dalam manuver militer Modafean-e Aseman-e Velayat 99, target-target agresor dengan ketinggian sedang, dan tinggi berhasil dihancurkan oleh rudal buatan dalam negeri Iran, Sevom Khordad milik Pasukan Dirgantara, Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC, dan rudal 15 Khordad milik Angkatan Udara Militer Iran.

Fars News (21/10/2020) melaporkan, sistem rudal Sevom Khordad, dan 15 Khordad yang dibuat oleh para ilmuwan muda Iran, dioperasikan dalam latihan perang nyata menghadapi target-target agresor, dan berhasil menghancurkannya.

Juru bicara manuver militer gabungan pertahanan udara Modafean-e Aseman-e Velayat 99, Brigjend Abbas Farajpour mengatakan, dalam manuver militer ini, pasukan berlatih menjalankan program perlindungan sistem pertahanan udara terhadap wilayah negara dari salah satu pusat sensitif secara nyata.

Ia menuturkan, pasukan yang dilibatkan dalam manuver militer ini semuanya adalah petugas yang harus mempraktikkan program pertahanan udara dari pusat-pusat sensitif di medan pertempuran nyata, sehingga bisa memberikan kontribusi signifikan pada peningkatan pengalaman operasi.

Brigjend Farajpour menjelaskan, serangan pesawat-pesawat pemburu AU Militer Iran yang tergabung dengan unit serbu, ke lokasi manuver, dan digunaknnya taktik serta pertahanan udara oleh pesawat-pesawat pelacak, juga termasuk di antara program yang dilatih dalam manuver kali ini.

Baca Juga:   Manuver AU Fada'eeyan-e Harim-e Velayat-9 (3)

Manuver Modafean-e Velayat 99 Antisipasi Perang Elektronik

Di hari pertama manuver militer Modafean-e Aseman-e Velayat 99, operasi menghadapi serangan elektronik oleh sistem pertahan udara Iran, sukses dilakukan.

Fars News (21/10/2020) melaporkan, dalam manuver gabungan khusus pertahanan udara Modafean-e Aseman-e Velayat 99, Pasukan Dirgantara, Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC, dan Angkatan Udara Militer Iran, melatih berbagai jenis taktik untuk menghadapi perang elektronik.

Pada latihan militer gabungan ini, radar-radar sistem pertahanan udara Iran diuji ketahanan, dan kelanjutan operasinya saat menghadapi gangguan elektronik dari drone musuh. Pasalnya, radar merupakan komponen utama sistem pertahanan udara saat terjadi serangan elektronik.

Deteksi, dan identifikasi target serta monitoring lokasi manuver oleh sistem pelacak, dan radar pertahanan udara Iran, dalam kondisi perang elektronik, berhasil dilakukan dalam manuver ini.

Selain itu pasukan Iran dalam manuver ini juga berlatih melancarkan operasi gangguan elektronik terhadap drone agresor, dan merebut kontrolnya untuk mencegah pesawat nirawak musuh masuk ke wilayah Iran.

Operasi pengejaran pesawat agresor oleh drone Iran, dan pencegahan serangan serta mendekatnya pesawat-pesawat musuh ke lokasi manuver juga berhasil dilakukan.

Untuk Pertama Kalinya Iran Luncurkan Rudal Bavar 373

Dalam manuver militer gabungan khusus pertahanan udara Modafean-e Aseman-e Velayat 99, untuk pertama kalinya, Iran meluncurkan rudal strategis buatan dalam negeri, Bavar 373, dan berhasil menghancurkan target jarak jauh.

Image Caption

Alalam (22/10/2020) melaporkan, di tahap pertama manuver Modafean-e Velayat 99, rudal Bavar 373 untuk pertama kalinya, dalam kerangka jaringan pertahanan udara integral Iran, berhasil mendeteksi, mengidentifikasi, dan menghancurkan target yang memiliki Radar Cross-Section (ukuran potensi terdeteksinya objek oleh radar) sangat rendah.

Ini adalah untuk pertama kalinya sistem rudal strategis buatan dalam negeri Iran, diuji coba dalam sebuah manuver, dan menunjukkan kinerja yang sangat memuaskan.

Rudal Bavar 373 adalah sistem pertahanan darat ke udara berukuran tinggi, dan jarak jauh pertama milik Iran, yang merupakan hasil karya bersama para pakar industri pertahanan, dan Angkatan Udara Militer Iran.

Rahbar Apresiasi Kerja Keras Polisi Iran Jaga Keamanan

Panglima Besar Angkatan Bersenjata Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kerja keras jajaran kepolisian Iran dalam menjaga keamanan dalam negeri.

Rahbar Ayatullah Khamenei

Ayatullah Khamenei dalam pesan yang dikirim kepada Brigadir Jenderal Hossein Ashtari, Komandan Kepolisian Iran dalam memperingati pekan polisi nasional Iran hari Selasa (20/9/2020) menyampaikan salam kepada seluruh jajaran kepolisian yang telah bekerja keras melayani masyarakat dan menjaga keamanan nasional.

Baca Juga:   Populisme Macron dan Harga Mahal yang Harus Dibayar Prancis

“Masyarakat Iran berterima kasih atas upaya tak kenal lelah dari jajaran kepolisian Republik Islam Iran yang telah memberikan pelayanan terhadap mereka dan negara, sehingga hari ini mereka merasakan keamanan dan kebaikan dari jerih payahnya,” tulis Rahbar dalam pesan peringatan pekan polisi Iran.

Tanggal 18-23 Oktober diperingati dalam kalender Republik Islam Iran sebagai pekan polisi Iran.

Rouhani: Akhir Embargo Senjata Iran, Kemenangan Logika dan Kebenaran atas Penindasan

Presiden Republik Islam Iran menyebut berakhirnya embargo senjata sebagai kemenangan logika akal dan kebenaran atas penindasan.

Merujuk pada berakhirnya embargo senjata terhadap Iran, Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani pada pertemuan kabinet pada hari Rabu (21/10/2020) mengatakan bahwa Amerika telah mencoba selama bertahun-tahun untuk mencabut hak-hak rakyat Iran, tetapi telah gagal dan tidak berhasil mencapai tujuan mereka.

Presiden Hassan Rouhani

Rouhani menambahkan bahwa tidak masalah sama sekali berapa banyak senjata yang dibeli atau dijual Iran, yang penting adalah Republik Islam Iran mendapatkan haknya.

Presiden Republik Islam Iran juga menyebut kegagalan Amerika Serikat dan rezim Zionis untuk memaksa para pihak JCPOA untuk keluar dari perjanjian tersebut, dengan menyatakan bahwa Amerika Serikat diisolasi dalam masalah perpanjangan embargo senjata terhadap Iran karena Dewan Keamanan PBB tidak mengindahkan permintaan tersebut.

Rouhani mengatakan bahwa rencana Iran terhadap penarikan AS dari JCPOA dan pengurangan bertahap kewajiban JCPOA sangat kompleks dan diperhitungkan, seraya menambahkan bahwa hasil dari tindakan Iran ini sangat brilian sehingga teman dan musuh tidak dapat menolak tindakan Tehran.

Presiden Republik Islam Iran menganggap cara Amerika melawan Iran sepenuhnya salah dan menekankan bahwa tidak masalah bagi Iran siapa atau partai mana yang memenangkan pemilu AS, karena siapa pun yang berkuasa harus menyerah kepada rakyat Iran dan tidak ada jalan lain.

Khatibzadeh: Pompeo Sadar bahwa Sanksi anti Iran Gagal

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran terkait klaim terbaru Menteri Luar Negeri Amerika, Mike Pompeo soal sanksi kepada negara-negara yang melakukan perdagangan senjata dengan Iran mengatakan, “Pompeo juga meyakini bahwa sanksi sepihak Amerika tidak efektif.”

Saeed Khatibzadeh, Senin (19/10/2020) saat jumpa pers dan ketika menjawab pertanyaan terkait mekanisme kehadiran Iran di pasar senjata mengungkapkan, “Republik Islam Iran seiring dengan pencabutan embargo senjata, tidak membutuhkan pembelian senjata, karena kekuatannya berbasis rakyat dan kebijakan Tehran di bidang ini sangat bertanggung jawab.”

“Selama Amerika tidak sadar bahwa kebijakan anti Irannya gagal, tidak akan ada perbedaan; mayoritas klaim ini hanya digulirkan untuk kepentingan dalam negeri di pemilu presiden Amerika,” kata Khatibzadeh saat menyinggung klaim Donald Trump terkait perundingan dengan Iran serta kian sulitnya perundingan.

Baca Juga:   Ketika Friksi Politik dan Sosial Semakin Merebak di Amerika Serikat

Lebih lanjut jubir Kemenlu Iran mengisyaratkan kunjungan Abdullah Abdullah, ketua Dewan Tinggi Rekonsiliasi Nasional Afghanistan ke Tehran dan mengatakan, Republik Islam Iran menilai Afghanistan yang makmur, independen dan maju menguntungkan seluruh kawasan dan terkait hal ini, Tehran dapat memberi bantuan efektif terkait dialog internal Afghanistan baik dari pemerintah, berbagai faksi dan Taliban.

Seraya menepis berita pembekuan aset Iran di Cina, Khatibzadeh mengingatkan, uang Republik Islam Iran di Cina dimanfaatkan untuk kepentingan Iran dan ini berbeda dengan aset Iran yang dibekukan di Korea Selatan dan Jepang.

Jubir Kemenlu Iran lebih lanjut menyinggung perundingan delegasi Ukraina dan deputi menlu Iran yang tengah digelar hari ini di Tehran dan respon Kanada terkait jatuhnya pesawat Ukraina. “Perundingan terkait kompensawsi kerugian di insiden ini dilakukan berdasarkan perjanjian yang Iran menjadi anggota di dalamnya, Kanada tidak terlibat dalam hal ini.”

Hatami: Iran Siap Menandatangani Kesepakatan Militer dengan Negara Teluk Persia

Menteri Pertahanan Republik Islam Iran menekankan kesiapan negara ini untuk menandatangani kesepakatan militer dan keamanan dengan negara-negara kawasan Teluk Persia.

Menhan Iran Amir Hatami

Brigjen. Amir Hatami saat diwawancarai televisi Aljazeera yang disiarkan Senin (19/10/2020) seraya menjelaskan bahwa kesepakatan dengan Rusia dan Cina diambil setelah pencabutan embargo senjata menambahkan, Iran berhasil meraih kesepakatan penting dengan Rusia di bidang perluasan dan pengembangan sistem udara.

“Pencabutan embargo senjata Iran sebuah peluang untuk pembelian senjata yang dibutuhkan dan menjualnya ke negara lain,”  ungkap Amir Hatami.

Menteri pertahanan Iran di wawancara tersebut juga menekankan pentingnya mencegah dimulainya perlombaan senjata yang akan mengubah kawasan menjadi bubuk mesiu.

Lebih lanjut Hatami mengisyaratkan transformasi Nagorno-Karabakh dan mengatakan, Iran telah memberi peringatan yang jelas kepada Republik Azerbaijan dan Armenia terkait keamanan kawasan perbatasan.

Menteri pertahanan Iran seraya menepis tudingan terkait pemanfaatan perbatasan Iran oleh Rusia untuk mengirim senjata ke Armenia menambahkan, Iran berharap Turki sebagai negara penting kawasan dan sahabat, membantu solusi diplomatik terkait krisis Karabakh.

Hatami juga menjelaskan bahwa normalisasi hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel mengancam langsung keamanan Teluk Persia menekankan, segala bentuk ancaman oleh Israel di kawasan Teluk akan mendapat jawaban tegas dan langsung.

“Republik Islam Iran tidak akan berunding dengan pemerintah AS terkait sistem rudalnya dan siapa pun tidak berhak meminta masalah ini dari Tehran,” papar menteri pertahanan Iran.