Fajar Riyadi Kadi dan Marzuki Imron: Superhero Beramal


JALAN dan cara berbagi memang tidak terpaku aturan. Di Surabaya, Jawa Timur, misalnya, ada komunitas sosial yang kerap menggelar penggalangan dana sembari mengenakan kostum superhero atau beragam cosplay.

Itulah komunitas Superhero Beramal yang didirikan Fajar Riyadi Kadi pada 2015. Komunitas ini rutin menggelar charity untuk orangorang yang membutuhkan uluran tangan ketika terjadi bencana alam. “Yang jelas, fokus kegiatan Komunitas Superhero Beramal ini charity. Sebelum pandemi datang, kita biasanya rutin berkumpul dan menggalang dana di Taman Bungkul, TPQ, dan tempat lainnya. Biasanya ya seminggu sekali atau dua minggu sekali,” ungkap Fajar dalam acara Kick Andy, yang tayang Minggu (16/5). Saat ini, karena pandemi, penggalangan dana mereka lakukan melalui daring.

Fajar menjelaskan, pemilihan karakter superhero lantaran beberapa hal, yakni disukai orang segala usia dan citra superhero yang lekat dengan sisi poitif membantu sesama. Selain itu, tentu saja karena para anggota Komunitas Superhero Beramal memang berlatar belakang cosplayer superhero dengan beragam karakter. Sampai saat ini, Komunitas Superhero Beramal memiliki enam anggota aktif.

“Anggota kita hanya enam yang selalu aktif, walaupun sebenarnya juga lumayan di grup, tapi kan mereka ada yang masih kuliah dan masih ada yang kerja. Jadi terkadang jadwalnya juga bentrok bagi teman-teman yang enggak terlalu aktif,” imbuh pria kelahiran Surabaya, 29 Mei 1987 tersebut.

Namun misi komunitas ini tidak selamanya mulus. Fajar mengungkapkan, pada awalnya, komunitas itu kerap dianggap tidak menjaga adat ketika memasuki masjid karena memakai konstum superhero. Padalah mereka hanya menggunakan kostum sebagai atasan saja dan selebihnya tetap menjaga adab sesuai kaidah agama, termasuk melepas alas kaki dan berpakaian menutup aurat.

Baca Juga:   Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Janda Terkaya Indonesia Konglomerat Arini Subianto Ini Labanya Anjlok 69 Persen

Fajar mengungkapkan, sebelum mendirikan komunitas Superhero Beramal, ia tergabung di komunitas Baja Hitam yang memang merupakan karakter favoritnya.

Sedangkan, Marzuki Imron yang mengidolakan karakter Naruto kerap kebagian tugas menyampaikan ceramah. Itu pula yang membuat pria berdarah Madura ini dipanggil sebagai Ustaz Naruto.

Imron bergabung dengan komunitas tersebut belakangan setelah pertemuan tak sengaja dengan Fajar di sebuah acara sosial di Masjid Unair (Universitas Airlangga, Surabaya) pada 2018.

“Kita bisa menyambungkan makna-makna Islam dari berbagai macam media, tidak melulu kita bicara tentang Alquran dan hadis. Itu memang pokok dalam agama, tapi kita disuruh untuk berbicara dengan bahasa mereka,” tambah Ustaz Naruto kelahiran Surabaya, 15 April 1983 tersebut. (*/M-1)

 


/*LAZY LOAD*/ $(function(){ $ds = $('.fadein div'); $ds.hide().eq(0).show(); setInterval(function(){ $ds.filter(':visible').fadeOut(function(){ var $div = $(this).next('div'); if ( $div.length == 0 ) { $ds.eq(0).fadeIn(); } else { $div.fadeIn(); } }); }, 7000); });

$('#x').on('click', function(e) { $('#container').remove(); });

$(function() { $(window).scroll(function() { if($(this).scrollTop()>400) { $('#Back-to-top').fadeIn(); }else { $('#Back-to-top').fadeOut();}}); $('#Back-to-top').click(function() { $('body,html') .animate({scrollTop:0},300) .animate({scrollTop:40},200) .animate({scrollTop:0},130) .animate({scrollTop:15},100) .animate({scrollTop:0},70); }); });

(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "https://connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.0"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); } (document, 'script', 'facebook-jssdk'));

});





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RUBRIK