Bahaya di Balik Minuman Boba, Kenaikan Berat Badan hingga Diabetes

[ad_1]

loading…

JAKARTA – Dibalik rasanya yang enak, minuman boba mengandung bahaya yang menganggu kesehatan. Salah satunya adalah menyebabkan kenaikan berat badan .

Dilansir dari Times of India, Sabtu (12/6) satu porsi minuman boba biasanya mengandung sekitar 400 kalori. Ahli diet, Kong Woan Fei mengatakan, butiran boba saja mengandung 150 kalori.

Dr. Tan Wee Yong, konsultan dokter ahli penyakit dalam Columbia Asia Hospital, menjelaskan bahwa satu porsi minuman boba mengandung 20 sendok teh gula. Angka ini melebihi level kadar asupan gula harian normal orang dewasa.

“Iya bisa menaikkan berat badan, penjahat utamanya adalah gula yang ada di minuman tersebut. Rata-rata satu porsi minuman bubble tea mengandung 20 sendok teh gula,” jelas Dr. Tan dilansir dari Columbia Asia.

Baca Juga : Sudah Divaksin Tapi Positif Covid-19? Ini Penjelasannya!

“Untuk orang dewasa normal yang sehat, dianjurkan untuk mengonsumsi tidak lebih dari delapan sendok teh gula sehari,” sambungnya.

Selain tinggi kalori, faktanya minuman boba disebutkan mengandung karbohidrat tinggi dan minim nutrisi penting seperti serat, vitamin dan mineral. Mengurangi level gula atau menggantinya dengan pemanis buatan seperti gula aren atau bubuk sweeteners tak menjadikan minuman boba bebas bahaya.

Ancaman bahaya berikutnya, yakni resiko memicu diabetes. Disebutkan Kong, minum minuman boba memang tak secara langsung mengakibatkan penyakit diabetes tapi efeknya datang secara berkala.

“Minum bubble tea tidak akan menyebabkan diabetes secara langsung. Namun, kandungan gulanya dapat menyebabkan risiko tinggi tidak hanya diabetes. Tetapi juga sistem kekebalan tubuh yang rendah, penuaan dini dan kerusakan gigi,” ujar Kong.

Baca Juga : Sering Menurunkan Masker di Bawah Dagu? Ini Bahayanya!

Selanjutnya, ancaman bahaya yang lebih spesifik seperti masalah pencernaan dan stamina bisa dialami oleh kelompok usia tertentu. Contohnya pada anak-anak dan orang lanjut usia.

Baca Juga:   Lonjakan Kasus Covid-19 Bikin Depresi, Begini Tips Menghindarinya!

“Minuman ini tidak cocok untuk anak kecil dan orang tua, karena mengandung pewarna dan bahan tambahan makanan tertentu. Hal ini dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif,” ungkap Dr. Tan.

“Bagi lansia, sistem pencernaannya lebih lambat dan kurang aktif sehingga bahan tambahan makanan dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Pearl atau boba dalam minuman bubble tea sulit dicerna bagi orang tua,” lanjutnya.

Senada dengan penjelasan Dr. Tan, Kong dengan gamblang menyebutkan kandungan gula yang tiga kali lipat lebih tinggi daripada minuman soda pada minuman boba memang memberikan dampak negatif pada sistem metabolisme orang lansia dan tumbuh kembang anak-anak.

Baca Juga : Manfaat Kayu Manis, Turunkan Tekanan Darah Salah Satunya

“Satu porsi minuman boba mengandung 20 sendok teh gula, asupan gula untuk anak-anak tidak boleh lebih dari 5 sendok teh sehari. Anak-anak tidak boleh ditawari minuman tinggi gula karena menimbulkan risiko obesitas, gula akan membuat mereka kenyang sehingga susah untuk mengonsumsi makanan bergizi yang penting bagi kembang tumbuhnya,” papar Kong.

“Untuk orang tua, seiring bertambahnya usia, metabolisme tubuh melambat dan semakin memperlambat metabolisme sehingga membuat Anda merasa lelah dan lesu,” tutup Kong.

(dra)

[ad_2]

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *