Ketum Partai Berkarya Tommy Soeharto, bersama sang Kakak Siti Hardijanti Rukmana (Tutut) dan Bambang Tri saat panen raya di Purbalingga. Dok/Berkarya

Ketum Partai Berkarya Tommy Soeharto, bersama sang Kakak Siti Hardijanti Rukmana (Tutut) dan Bambang Tri saat panen raya di Purbalingga. Dok/Berkarya

Anak Soeharto dan Yayasan Purna Bhakti Digugat

OBSERVER – Perusahaan konsultan Singapura Mitora Pte Ltd, mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum, dengan tergugat lima anak mantan Presiden Soeharto dan Yayasan Purna Bhakti Pertiwi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Berdasarkan Situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Selatan, gugatan perkara perbuatan melawan hukum itu teregister dengan nomor perkara: 244/Pdt.G/2021/PN JKT.SEL, tertanggal Senin, 8 Maret 2021.

Pihak tergugat antara lain, Yayasan Purna Bhakti Pertiwi, Siti Hardianti Hastuti Rukmana, Bambang Trihatmojo, Siti Hediati Hariyadi, Sigit Harjojudanto, dan Siti Hutami Endang Adiningsih.

Dalam petitum gugatannya, Mitora menyatakan bahwa para tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum. Karena itu, Mitora meminta pengadilan menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang diletakkan pada sebidang tanah dan bangunan beserta isinya di antaranya, sebidang tanah seluas kurang lebih 20 hetare dan bangunan yang berdiri di atasnya beserta seluruh isinya ada dan melekat serta menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan yakni, Museum Purna Bhakti Pertiwi dan Puri Jati Ayu, yang beralamat di Jalan Taman Mini Nomor 1, Jakarta Timur.

Kemudian, sebidang tanah berikut dengan bangunan yang berdiri di atasnya beserta dengan seluruh isinya yang ada dan melekat serta menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang terletak di Jalan Yusuf Adiwinata Nomor 14, Menteng, Jakarta Pusat.

Pada petitum gugatan, Mitora juga meminta majelis hakim menghukum para tergugat secara tanggung renteng untuk membayar kewajiban Rp 84 miliar serta kerugian imateriel sebesar Rp 500 miliar.

“Menerima dan mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya,” begitu bunyi salah satu petitum Mitora yang tertulis di SIPP PN Jakarta Selatan.

close