Al Aqsa Membara, Pemuda Yerusalem: Diam Bukan Lagi Pilihan

loading…

YERUSALEM – Pemuda Palestina di Yerusalem menegaskan diam tidak lagi menjadi pilihan dalam menghadapi agresi Israel yang terus-menerus di kota suci itu.

Ini terjadi ketika pasukan pendudukan Israel melanjutkan serangan brutal mereka dan serangan terhadap jamaah Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa dan di sekitar tempat suci selama beberapa hari terakhir bulan suci Ramadhan.

Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan ratusan warga Palestina terluka dalam serangan Israel di Yerusalem dan sekitarnya, terutama di dalam Masjid Al-Aqsa, dengan lebih dari 50 orang dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Yerusalem Membara, Dua Wanita Tewas dalam Serangan Roket Palestina di Israel

“Kami berdiri di sini di jalan-jalan untuk mengatakan: kami tidak akan pernah meninggalkan (rumah kami),” ungkap Adnan, 20, dilansir AFP.

Baca juga: Ibu Kota Israel Dirudal, Netanyahu: Hamas Akan Bayar Mahal!

“Para pemukim telah menyerang kami selama bertahun-tahun dan mereka telah merampas tanah kami dan segalanya. Jadi, diam tidak lagi menjadi pilihan,” tegas dia.

Baca juga: Al Aqsa Membara, Hamas Serukan Arab Saudi dan Iran Bersatu

Sementara itu, Jerman, Prancis, Hongaria, Republik Ceko, dan Austria mendapat kecaman karena mengeluarkan pernyataan yang sepenuhnya mengabaikan beberapa hari kekerasan dan agresi Israel terhadap warga sipil Palestina di Yerusalem dan Gaza.

Serangan brutal Israel telah menewaskan lebih dari 24 orang dan lebih dari 300 orang lainnya terluka.

Kementerian Luar Negeri dari negara-negara tersebut mengeluarkan pernyataan yang mirip dengan yang ditulis oleh Israel.

“Penembakan roket terhadap warga sipil Israel tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun dan tentu saja tidak ada kontribusi untuk menyelesaikan konflik, tetapi peningkatan kekerasan baru yang tidak masuk akal. Semua pihak memiliki kewajiban untuk mencegah korban sipil lebih lanjut,” ungkap pernyataan Kementerian Luar Negeri Jerman di Twitter.

Baca Juga:   Dalam 1 atau 2 Tahun Covid-19 Bisa Jadi Penyakit Musiman

Menteri Luar Negeri Ceko Jakob Kulhanek juga mendesak “penghentian segera” penembakan roket dari Gaza ke Israel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *