5 Lagu Legendaris Indonesia Diaransemen Ulang dan Hadir dalam Mini Album

[ad_1]

loading…

JAKARTA – Untuk mempopulerkan kembali musik lawas Indonesia, lima lagu legendaris era ’80-an akan diaransemen serta dinyanyikan ulang oleh musisi Indonesia masa kini seperti Andien , Aya Anjani, Dhira Bongs, Kurosuke, Vira Talisa, Mondo Gascaro, dan Adoria.

Lagu-lagu ini bakal diluncurkan dalam mini album bertajuk “Lagu Baru dari Masa Lalu Volume 1” yang merupakan hasil kolaborasi MLDSPOT dengan Yayasan Irama Nusantara.

Baca Juga: Selamat! Evelina Witanama Pemenang Online Casting Ikatan Cinta KLAKLIK

Perwakilan MLDSPOT Goardan Saragih menuturkan, mini album ini merupakan upaya melestarikan dan mempopulerkan kembali lagu-lagu legendaris yang pernah berjaya di Indonesia.

“Kami sangat bangga bisa ambil bagian dalam upaya melestarikan serta mempopulerkan kembali karya-karya musisi legendaris Indonesia,” ucap Goardan dalam konferensi pers virtual, Rabu (16/6).

Menurutnya, hal ini bisa menjadi pesan bagi generasi yang lebih muda bahwa Indonesia memiliki warisan musik yang sangat banyak dan dapat menjadi referensi untuk menciptakan karya berkualitas di masa mendatang.

Adapun lagu-lagu yang hadir dalam mini album tersebut adalah “Walau dalam Mimpi” yang sebelumnya dipopulerkan oleh Ermy Kulit dan akan dinyanyikan ulang oleh musisi beraliran explorative pop asal Bandung, Dhira Bongs. Lagu “Senja dan Kahlua” milik grup band Transs yang digawangi oleh nama-nama tenar seperti Fariz RM dan Erwin Gutawa, kini dibawakan kembali oleh Kurosuke.

Lagu ketiga adalah “Terbanglah Lepas” milik Yockie Suryoprayogo dan dinyanyikan ulang oleh sang buah hati, yakni Aya Anjani feat. Parlemen Pop. Lalu, pada lagu keempat, kolaborasi Vira Talisa dengan jawara kontes MLDJAZZPROJECT musim perdana, ADORIA, membawakan “Dunia yang Ternoda” milik Jimmie Manopo. Kemudian ada Mondo Gascaro dan Andien yang membawakan lagu “Kisah Insani” yang sebelumnya dipopulerkan oleh duet Chrisye-Vina Panduwinata.

Baca Juga:   Manajer Bantah AN adalah Anji Eks Drive

“Kami membuka ruang untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan visi dalam hal mengolah arsip digital musik populer yang kami miliki. Rilisan ini akan memberikan dampak nyata, bukan hanya terhadap operasional Irama Nusantara, tapi juga berbagai entitas musik yang terlibat di dalamnya,” papar Manajer Program Irama Nusantara Gerry Apriryan.

Baca Juga: Lewat Biblical, Calum Scott Ungkapkan Rasa Cinta yang Tak Bisa Diukur

Ia menambahkan, proses mastering mini album ini dilakukan di Abbey Road Studios, London, oleh Frank Arkwright.

“Karena saat ini semuanya serbaonline, kami mengambil kesempatan untuk melakukan mastering di studio terbaik di dunia yakni Abbey Road Studios dan ditangani oleh Frank Arkwright dikarenakan kesesuaian portfolio kerja dia yang bisa dibilang memiliki korelasi dengan gaya musik yang tertuang di mini album ini,” tutup Gerry.

(tsa)

[ad_2]

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *